(klik pada gambar untuk ukuran sebenarnya)Judul : Lesson 1 (24 jam untuk keluargaku)
Lokasi : Kolam Pemancingan Suharno 1 Jimbaran, Ungaran
Waktu : Minggu, 31 Desember 2006 pukul 13:09 WIB
Kamera : KODAK CX7430
(klik pada gambar untuk ukuran sebenarnya)Judul : Lesson 2 (Manajemen Keuangan) tawar semurah-murahnya
Lokasi : Jl. Perintis Kemerdekaan, Watu Gong
(depan MAKODAM IV Diponegoro Semarang)
Waktu : Minggu, 31 Desember 2006 pukul 15:35 WIB
Kamera : KODAK CX7430
Lantas apakah ada yang salah bila seorang wanita di zaman modern sekarang ini lebih memilih berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga diantara profesi-profesi lain yang lebih bergengsi dan dianggap lebih baik. Bisa jadi pilihannya tersebut adalah sebuah komitmen yang dia buat dengan suaminya atau bahkan memang murni kemauan dari lubuk hatinya.
Profesi sebagai Ibu Rumah Tangga mungkin oleh beberapa orang dipandang sebelah mata, tidak keren dan sebagainya. Namun bila kita lihat di sekeliling kita sudah berapa banyak pria-pria yang sukses karena di sebelahnya ada peranan seorang wanita, istri sekaligus ibu yang hebat. Pria-pria itu diantaranya adalah Bill Gates, Bill Clinton dan Bill Tukul ”Riyanto” Arwana. Berapa banyak anak-anak dan pemuda yang sukses karena peranan seorang ibu rumah tangga yang dahsyat. Berapa banyak juga ibu-ibu rumah tangga yang sukses membuka usaha di rumah, bernilai serta bermanfaat di lingkungan tempat tinggalnya.
Orang-orang menganggap pekerjaan ibu rumah tangga hanyalah pekerjaan biasa dan sederhana. Sebenarnya menjadi ibu rumah tangga adalah sangat rumit daripada ibu-ibu yang bekerja di kantor. Jam kerja seorang ibu rumah tangga tidak ada batasnya, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Menjadi seorang ibu rumah tangga harus banyak belajar dan mempunyai banyak disiplin ilmu. Mulai dari belajar manajemen rumah tangga, manajeman keuangan, manajemen waktu bahkan juga manajemen qalbu.
Wanita dalam bahasa Jawa diartikan wani ing tata (berani dalam menata). Kodratnya seorang wanita menurut penuturan Eyang Kakung saya adalah seorang manusia berjenis kelamin perempuan yang harus mempunyai kemampuan dan keberanian dalam menata apa yang ada di sekitarnya. Menata dirinya sendiri, suami dan anak-anaknya. Seorang ibu rumah tangga juga harus memiliki ilmu psikologi (psikologi anak maupun umum). Ibu rumah tangga juga mempunyai peranan sebagai motivator dan konsultan bagi suami dan anak-anaknya. Karir ibu-ibu rumah tangga sejati sangat penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa ini. Ibu memang madrasah pertama bagi anak namun jangan bebankan semua beban generasi baru kepada ibu.
Jadi, bolehkan bila seorang wanita berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga? Walau selalu diremehkan dan jarang mendapat pengakuan yang layak dari masyarakat, hanya karena Ibu Rumah Tangga sangat mencintai suami dan anak-anak yang diamanahkan Allah kepadanya.










hidup ibu rumah tangga!!! :D