4
comments
Hari Rabu 22-05-07 bongkar-bongkar peti harta karun dan menemukan DVD film Jepang yang belum sempat saya tonton. Jadi nonton DVD saja deh acaranya kali ini.
Train Man adalah sebuah film True Love Story dan romantic comedy yang diinspirasi dari buku bestseller fenomenal karya Hitori Nakano. Di negeri asalnya [Jepang] film ini berjudul Densha Otoko.
Train Man atau Densha Otoko adalah nickname seorang pemuda 22 tahun di sebuah channel room chat. "Train Man" (Takayuki Yamada) adalah pemuda kuper yang tidak beruntung untuk urusan cinta dalam kehidupnya. Hingga suatu malam sepulangnya dari Pusat Elektronik Akihabara tepatnya di sebuah Commuter Train [kalau di Indonesia kita sebut KRL saja kali] pemuda ini bertemu dengan seorang wanita muda (Miki Nakatani) yang sedang diganggu oleh seorang pria penumpang kereta yang mabuk. Dengan perasaan yang takut-takut dan setengah berani, pemuda ini berusaha mengalihkan perhatian pria tersebut sampai kemudian petugas keamanan kereta datang dan mengamankan pria mabuk tadi.
Setelah selesai memberikan keterangan kepada pihak keamanan, wanita tadi meminta alamat pemuda itu dengan alasan akan mengirimkan sesuatu sebagai tanda terima kasih atas perbuatan baiknya [wanita ini terkesan akan keberanian pemuda tersebut].
Sesampainya di rumah, pemuda ini mem-posting kejadian yang baru saja dia alami ke message board tempat biasa dia Chatting dengan nickname Densha Otoko atau Train Man. Dan cerita baru saja dimulai. [atas provokasi dari teman-teman chatting-nya pemuda ini menjadi Gede Rasa atas kejadian tersebut].
Beberapa hari kemudian dia menerima paket bingkisan terima kasih yang berisi satu set cangkir teh mahal bermerek Hermes. Siapakah pengirimnya? Ya. Wanita muda yang ada di kereta waktu itu. Karena tidak tahu nama asli pengirimnya pemuda ini kemudian menyebut wanita muda itu dengan nama Hermes [seperti merek cangkir teh bingkisannya]. Dengan perasaan gembira bercampur bingung pemuda ini meminta saran dan nasehat kepada teman-teman chatting-nya tentang apa yang selanjutnya harus ia lakukan. Teman-teman chatting itu antara lain adalah seorang pemuda rumahan penyendiri, seorang wanita perawat di sebuah rumah sakit, seorang pria businessman, seorang wanita ibu rumah tangga dan tiga orang pemuda punk kurang gaul.
Setelah melalui perdebatan yang cukup lama, Train Man ini setuju untuk menelpon dan mengajak wanita muda tadi makan malam. Dengan gayanya yang tidak pernah menelpon wanita, Train Man memberanikan diri untuk mengajak Hermes keluar makan malam [dan ternyata Hermes mau]. Atas saran dari teman-teman online-nya, Train Man harus menyesuaikan penampilannya sebagai persiapan untuk first ever real date with a woman-nya kali ini. Gaya rambut, gaya berpakaian dan mengganti kacamata dengan lensa kontak. Maka terjadilah transformasi mendadak from geek to chic. Tetapi seberubah apapun penampilan Train Man, tetap saja dia tidak punya pengalaman dalam berhubungan dengan wanita [ini masalah besar]. ...
Dan ini benar-benar terjadi setelah beberapa pertemuan, Hermes menarik rasa simpatinya kepada Train Man karena Train Man masih belum tahu cara memperlakukan seorang wanita. [ada scene dimana Train Man meninggalkan Hermes seorang diri di taman sementara ia online dengan teman-temanya karena kebingungan untuk mencari tempat makan siang]
Singkat cerita Hermes merasa terpukul dan tidak mau bertemu karena perilaku Train Man waktu itu. Semenjak itulah Train Man merasa gagal karena tidak tahu harus bagaimana memperlakukan seorang wanita. Sebelumnya Hermes pernah meminta kepada Train Man untuk menemaninya ke Akihabara untuk membeli sebuah Laptop. Karena merasa masih mempunyai hutang ke Hermes. Train Man dengan segala daya upaya mengumpulkan semua informasi dan brosur laptop yang ada di komplek pusat elektronik Akihabara.
Di suatu malam dan kebetulan saat itu hujan, Train Man menunggu di depan tempat kerja Hermes untuk menyerahkan sebuah amplop coklat besar berisi brosur-brosur tersebut. Begitu terlihat wajah Hermes, dia langsung masuk ke lobby kantor dan menyerahkan amplop tersebut dan terjadilah perbincangan yang cukup lama diantara keduanya. Sampai Hermes menyatakan alasannya mengapa ia tidak mau bertemu dengan Train Man. Maka terucaplah perkatan Hermes sebagai berikut : “Jika aku hanya membuatmu merasa susah, maka tinggalkanlah aku. Jangan temui aku lagi.” Setelah mendengar perkatan itu Train Man pun meninggalkan lobby dengan perasaan hancur.
Sesampainya di rumah Train Man pun segera online dengan teman-temannya dan menyampaikan perasaan dan kegagalannya tersebut. Terjadilah sebuah imaginary scene dimana mereka berkumpul di sebuah stasiun dan seluruh teman-teman onlinenya berkumpul di depan seberang jalur rel dan menyemangatinya. Mereka [teman-teman onlinenya] merasa berterima kasih karena sebenarnya Train Man-lah yang berhasil menyemangati mereka bukan sebaliknya [karena teman-teman online-nya itu ternyata masing-masing mempunyai problem dalam relationship juga]. Diantara teman online-nya itu ternyata ada yang mempunyai hubungan yaitu seorang pria bussinessman dan seorang ibu rumah tangga. Mereka walaupun suami istri jarang berkomunikasi dan ngobrol walaupun sebentar. Tetapi berkat cerita Train Man tetang acara minum teh Benoist [merek teh-nya keluarga kerajaan] di rumah Hermes. Pria bussinessman tadi berhasil mencairkan hubungan dengan istrinya itu dengan membelikan sekaleng teh Benoist yang terkenal harum dan nikmat itu.
Singkat cerita Train Man berhasil bangkit dan bersemangat lagi untuk memperbaiki hubungannya dan menyatakan perasaannya kepada Hermes. Ada imaginary scene lagi dimana teman-teman online-nya dan seluruh penumpang kereta yang waktu itu satu gerbong dengan Train Man muncul dan memberikan semangat kepadanya “Ganbate..!!!”
Sementara malam itu di rumah Hermes, wanita ini membuka amplop coklat pemberian Train Man tadi. Di amplop itu terdapat puluhan lembar brosur Laptop yang sudah ditempeli label berisi kesimpulan tentang setiap produk laptop yang di tulis oleh Train Man sendiri. Hermes pun terharu akan hal ini. Dikejauhan terlihat Train Man yang berlari menuju ke rumah Hermes. Tetapi sesampainya di rumah itu Hermes tidak ada dan menurut info orang di rumah, Hermes pergi ke Akihabara malam-malam untuk membeli sesuatu. Dengan secepat kilat Train Man pun bergegas menuju Akihabara.
Singkat cerita lagi, terjadilah sebuah dramatic scene dimana Hermes menolong train Man yang terjatuh karena menabrak sepeda yang sedang diparkir. Dan Pada kesempatan itulah Hermes berhasil membangkitkan keberanian Train Man untuk mengungkapkan persaannya. Dan terjadilah romatic scene dimana Hermes menerima Train Man sebagai kekasih dan menciumnya.
Berikut kutipan perkataan Hermes kepada Train Man:”Aku menyukaimu karena Kamu membuat setiap pertemuan kita berarti dan berkesan. Kamu membuat sesuatu hal yang kecil menjadi bernilai.” [diceritakanlah oleh Hermes hal-hal apa saja yang berkesan itu].
Diakhir film ini baru ketahuan, ternyata selama ini Hermes lah yang pertama kali berusaha mendekati dan menarik simpati Train Man setelah insiden di kereta waktu itu. Jauh hari sebelum Hermes mengirimkan bingkisan terima kasih dan jauh hari sebelum Train Man mengubah penampilannya.
[kalau ada yang mau pinjem DVD-nya silakan contact saya.. free kok]
"Apakah masih ada Hermes-Hermes yang lain di dunia ini? Bila masih, tolong pertemukanlah satu Hermes denganku. Hermes yang mau mencintai dan menerima seorang pria apa adanya.”
Train Man adalah sebuah film True Love Story dan romantic comedy yang diinspirasi dari buku bestseller fenomenal karya Hitori Nakano. Di negeri asalnya [Jepang] film ini berjudul Densha Otoko. Train Man atau Densha Otoko adalah nickname seorang pemuda 22 tahun di sebuah channel room chat. "Train Man" (Takayuki Yamada) adalah pemuda kuper yang tidak beruntung untuk urusan cinta dalam kehidupnya. Hingga suatu malam sepulangnya dari Pusat Elektronik Akihabara tepatnya di sebuah Commuter Train [kalau di Indonesia kita sebut KRL saja kali] pemuda ini bertemu dengan seorang wanita muda (Miki Nakatani) yang sedang diganggu oleh seorang pria penumpang kereta yang mabuk. Dengan perasaan yang takut-takut dan setengah berani, pemuda ini berusaha mengalihkan perhatian pria tersebut sampai kemudian petugas keamanan kereta datang dan mengamankan pria mabuk tadi.
Setelah selesai memberikan keterangan kepada pihak keamanan, wanita tadi meminta alamat pemuda itu dengan alasan akan mengirimkan sesuatu sebagai tanda terima kasih atas perbuatan baiknya [wanita ini terkesan akan keberanian pemuda tersebut].
Sesampainya di rumah, pemuda ini mem-posting kejadian yang baru saja dia alami ke message board tempat biasa dia Chatting dengan nickname Densha Otoko atau Train Man. Dan cerita baru saja dimulai. [atas provokasi dari teman-teman chatting-nya pemuda ini menjadi Gede Rasa atas kejadian tersebut].
Beberapa hari kemudian dia menerima paket bingkisan terima kasih yang berisi satu set cangkir teh mahal bermerek Hermes. Siapakah pengirimnya? Ya. Wanita muda yang ada di kereta waktu itu. Karena tidak tahu nama asli pengirimnya pemuda ini kemudian menyebut wanita muda itu dengan nama Hermes [seperti merek cangkir teh bingkisannya]. Dengan perasaan gembira bercampur bingung pemuda ini meminta saran dan nasehat kepada teman-teman chatting-nya tentang apa yang selanjutnya harus ia lakukan. Teman-teman chatting itu antara lain adalah seorang pemuda rumahan penyendiri, seorang wanita perawat di sebuah rumah sakit, seorang pria businessman, seorang wanita ibu rumah tangga dan tiga orang pemuda punk kurang gaul.
Setelah melalui perdebatan yang cukup lama, Train Man ini setuju untuk menelpon dan mengajak wanita muda tadi makan malam. Dengan gayanya yang tidak pernah menelpon wanita, Train Man memberanikan diri untuk mengajak Hermes keluar makan malam [dan ternyata Hermes mau]. Atas saran dari teman-teman online-nya, Train Man harus menyesuaikan penampilannya sebagai persiapan untuk first ever real date with a woman-nya kali ini. Gaya rambut, gaya berpakaian dan mengganti kacamata dengan lensa kontak. Maka terjadilah transformasi mendadak from geek to chic. Tetapi seberubah apapun penampilan Train Man, tetap saja dia tidak punya pengalaman dalam berhubungan dengan wanita [ini masalah besar]. ...
Dan ini benar-benar terjadi setelah beberapa pertemuan, Hermes menarik rasa simpatinya kepada Train Man karena Train Man masih belum tahu cara memperlakukan seorang wanita. [ada scene dimana Train Man meninggalkan Hermes seorang diri di taman sementara ia online dengan teman-temanya karena kebingungan untuk mencari tempat makan siang]
Singkat cerita Hermes merasa terpukul dan tidak mau bertemu karena perilaku Train Man waktu itu. Semenjak itulah Train Man merasa gagal karena tidak tahu harus bagaimana memperlakukan seorang wanita. Sebelumnya Hermes pernah meminta kepada Train Man untuk menemaninya ke Akihabara untuk membeli sebuah Laptop. Karena merasa masih mempunyai hutang ke Hermes. Train Man dengan segala daya upaya mengumpulkan semua informasi dan brosur laptop yang ada di komplek pusat elektronik Akihabara.
Di suatu malam dan kebetulan saat itu hujan, Train Man menunggu di depan tempat kerja Hermes untuk menyerahkan sebuah amplop coklat besar berisi brosur-brosur tersebut. Begitu terlihat wajah Hermes, dia langsung masuk ke lobby kantor dan menyerahkan amplop tersebut dan terjadilah perbincangan yang cukup lama diantara keduanya. Sampai Hermes menyatakan alasannya mengapa ia tidak mau bertemu dengan Train Man. Maka terucaplah perkatan Hermes sebagai berikut : “Jika aku hanya membuatmu merasa susah, maka tinggalkanlah aku. Jangan temui aku lagi.” Setelah mendengar perkatan itu Train Man pun meninggalkan lobby dengan perasaan hancur.
Sesampainya di rumah Train Man pun segera online dengan teman-temannya dan menyampaikan perasaan dan kegagalannya tersebut. Terjadilah sebuah imaginary scene dimana mereka berkumpul di sebuah stasiun dan seluruh teman-teman onlinenya berkumpul di depan seberang jalur rel dan menyemangatinya. Mereka [teman-teman onlinenya] merasa berterima kasih karena sebenarnya Train Man-lah yang berhasil menyemangati mereka bukan sebaliknya [karena teman-teman online-nya itu ternyata masing-masing mempunyai problem dalam relationship juga]. Diantara teman online-nya itu ternyata ada yang mempunyai hubungan yaitu seorang pria bussinessman dan seorang ibu rumah tangga. Mereka walaupun suami istri jarang berkomunikasi dan ngobrol walaupun sebentar. Tetapi berkat cerita Train Man tetang acara minum teh Benoist [merek teh-nya keluarga kerajaan] di rumah Hermes. Pria bussinessman tadi berhasil mencairkan hubungan dengan istrinya itu dengan membelikan sekaleng teh Benoist yang terkenal harum dan nikmat itu.
Singkat cerita Train Man berhasil bangkit dan bersemangat lagi untuk memperbaiki hubungannya dan menyatakan perasaannya kepada Hermes. Ada imaginary scene lagi dimana teman-teman online-nya dan seluruh penumpang kereta yang waktu itu satu gerbong dengan Train Man muncul dan memberikan semangat kepadanya “Ganbate..!!!”
Sementara malam itu di rumah Hermes, wanita ini membuka amplop coklat pemberian Train Man tadi. Di amplop itu terdapat puluhan lembar brosur Laptop yang sudah ditempeli label berisi kesimpulan tentang setiap produk laptop yang di tulis oleh Train Man sendiri. Hermes pun terharu akan hal ini. Dikejauhan terlihat Train Man yang berlari menuju ke rumah Hermes. Tetapi sesampainya di rumah itu Hermes tidak ada dan menurut info orang di rumah, Hermes pergi ke Akihabara malam-malam untuk membeli sesuatu. Dengan secepat kilat Train Man pun bergegas menuju Akihabara.
Singkat cerita lagi, terjadilah sebuah dramatic scene dimana Hermes menolong train Man yang terjatuh karena menabrak sepeda yang sedang diparkir. Dan Pada kesempatan itulah Hermes berhasil membangkitkan keberanian Train Man untuk mengungkapkan persaannya. Dan terjadilah romatic scene dimana Hermes menerima Train Man sebagai kekasih dan menciumnya.
Berikut kutipan perkataan Hermes kepada Train Man:”Aku menyukaimu karena Kamu membuat setiap pertemuan kita berarti dan berkesan. Kamu membuat sesuatu hal yang kecil menjadi bernilai.” [diceritakanlah oleh Hermes hal-hal apa saja yang berkesan itu].
Diakhir film ini baru ketahuan, ternyata selama ini Hermes lah yang pertama kali berusaha mendekati dan menarik simpati Train Man setelah insiden di kereta waktu itu. Jauh hari sebelum Hermes mengirimkan bingkisan terima kasih dan jauh hari sebelum Train Man mengubah penampilannya.
[kalau ada yang mau pinjem DVD-nya silakan contact saya.. free kok]
"Apakah masih ada Hermes-Hermes yang lain di dunia ini? Bila masih, tolong pertemukanlah satu Hermes denganku. Hermes yang mau mencintai dan menerima seorang pria apa adanya.”











