Visit my Photoblog:

Wednesday, 23 May 2007

Hari Rabu 22-05-07 bongkar-bongkar peti harta karun dan menemukan DVD film Jepang yang belum sempat saya tonton. Jadi nonton DVD saja deh acaranya kali ini.

Train Man adalah sebuah film True Love Story dan romantic comedy yang diinspirasi dari buku bestseller fenomenal karya Hitori Nakano. Di negeri asalnya [Jepang] film ini berjudul Densha Otoko.

Train Man atau Densha Otoko adalah nickname seorang pemuda 22 tahun di sebuah channel room chat. "Train Man" (Takayuki Yamada) adalah pemuda kuper yang tidak beruntung untuk urusan cinta dalam kehidupnya. Hingga suatu malam sepulangnya dari Pusat Elektronik Akihabara tepatnya di sebuah Commuter Train [kalau di Indonesia kita sebut KRL saja kali] pemuda ini bertemu dengan seorang wanita muda (Miki Nakatani) yang sedang diganggu oleh seorang pria penumpang kereta yang mabuk. Dengan perasaan yang takut-takut dan setengah berani, pemuda ini berusaha mengalihkan perhatian pria tersebut sampai kemudian petugas keamanan kereta datang dan mengamankan pria mabuk tadi.

Setelah selesai memberikan keterangan kepada pihak keamanan, wanita tadi meminta alamat pemuda itu dengan alasan akan mengirimkan sesuatu sebagai tanda terima kasih atas perbuatan baiknya [wanita ini terkesan akan keberanian pemuda tersebut].

Sesampainya di rumah, pemuda ini mem-posting kejadian yang baru saja dia alami ke message board tempat biasa dia Chatting dengan nickname Densha Otoko atau Train Man. Dan cerita baru saja dimulai. [atas provokasi dari teman-teman chatting-nya pemuda ini menjadi Gede Rasa atas kejadian tersebut].

Beberapa hari kemudian dia menerima paket bingkisan terima kasih yang berisi satu set cangkir teh mahal bermerek Hermes. Siapakah pengirimnya? Ya. Wanita muda yang ada di kereta waktu itu. Karena tidak tahu nama asli pengirimnya pemuda ini kemudian menyebut wanita muda itu dengan nama Hermes [seperti merek cangkir teh bingkisannya]. Dengan perasaan gembira bercampur bingung pemuda ini meminta saran dan nasehat kepada teman-teman chatting-nya tentang apa yang selanjutnya harus ia lakukan. Teman-teman chatting itu antara lain adalah seorang pemuda rumahan penyendiri, seorang wanita perawat di sebuah rumah sakit, seorang pria businessman, seorang wanita ibu rumah tangga dan tiga orang pemuda punk kurang gaul.

Setelah melalui perdebatan yang cukup lama, Train Man ini setuju untuk menelpon dan mengajak wanita muda tadi makan malam. Dengan gayanya yang tidak pernah menelpon wanita, Train Man memberanikan diri untuk mengajak Hermes keluar makan malam [dan ternyata Hermes mau]. Atas saran dari teman-teman online-nya, Train Man harus menyesuaikan penampilannya sebagai persiapan untuk first ever real date with a woman-nya kali ini. Gaya rambut, gaya berpakaian dan mengganti kacamata dengan lensa kontak. Maka terjadilah transformasi mendadak from geek to chic. Tetapi seberubah apapun penampilan Train Man, tetap saja dia tidak punya pengalaman dalam berhubungan dengan wanita [ini masalah besar]. ...

Dan ini benar-benar terjadi setelah beberapa pertemuan, Hermes menarik rasa simpatinya kepada Train Man karena Train Man masih belum tahu cara memperlakukan seorang wanita. [ada scene dimana Train Man meninggalkan Hermes seorang diri di taman sementara ia online dengan teman-temanya karena kebingungan untuk mencari tempat makan siang]

Singkat cerita Hermes merasa terpukul dan tidak mau bertemu karena perilaku Train Man waktu itu. Semenjak itulah Train Man merasa gagal karena tidak tahu harus bagaimana memperlakukan seorang wanita. Sebelumnya Hermes pernah meminta kepada Train Man untuk menemaninya ke Akihabara untuk membeli sebuah Laptop. Karena merasa masih mempunyai hutang ke Hermes. Train Man dengan segala daya upaya mengumpulkan semua informasi dan brosur laptop yang ada di komplek pusat elektronik Akihabara.

Di suatu malam dan kebetulan saat itu hujan, Train Man menunggu di depan tempat kerja Hermes untuk menyerahkan sebuah amplop coklat besar berisi brosur-brosur tersebut. Begitu terlihat wajah Hermes, dia langsung masuk ke lobby kantor dan menyerahkan amplop tersebut dan terjadilah perbincangan yang cukup lama diantara keduanya. Sampai Hermes menyatakan alasannya mengapa ia tidak mau bertemu dengan Train Man. Maka terucaplah perkatan Hermes sebagai berikut : “Jika aku hanya membuatmu merasa susah, maka tinggalkanlah aku. Jangan temui aku lagi.” Setelah mendengar perkatan itu Train Man pun meninggalkan lobby dengan perasaan hancur.

Sesampainya di rumah Train Man pun segera online dengan teman-temannya dan menyampaikan perasaan dan kegagalannya tersebut. Terjadilah sebuah imaginary scene dimana mereka berkumpul di sebuah stasiun dan seluruh teman-teman onlinenya berkumpul di depan seberang jalur rel dan menyemangatinya. Mereka [teman-teman onlinenya] merasa berterima kasih karena sebenarnya Train Man-lah yang berhasil menyemangati mereka bukan sebaliknya [karena teman-teman online-nya itu ternyata masing-masing mempunyai problem dalam relationship juga]. Diantara teman online-nya itu ternyata ada yang mempunyai hubungan yaitu seorang pria bussinessman dan seorang ibu rumah tangga. Mereka walaupun suami istri jarang berkomunikasi dan ngobrol walaupun sebentar. Tetapi berkat cerita Train Man tetang acara minum teh Benoist [merek teh-nya keluarga kerajaan] di rumah Hermes. Pria bussinessman tadi berhasil mencairkan hubungan dengan istrinya itu dengan membelikan sekaleng teh Benoist yang terkenal harum dan nikmat itu.

Singkat cerita Train Man berhasil bangkit dan bersemangat lagi untuk memperbaiki hubungannya dan menyatakan perasaannya kepada Hermes. Ada imaginary scene lagi dimana teman-teman online-nya dan seluruh penumpang kereta yang waktu itu satu gerbong dengan Train Man muncul dan memberikan semangat kepadanya “Ganbate..!!!”

Sementara malam itu di rumah Hermes, wanita ini membuka amplop coklat pemberian Train Man tadi. Di amplop itu terdapat puluhan lembar brosur Laptop yang sudah ditempeli label berisi kesimpulan tentang setiap produk laptop yang di tulis oleh Train Man sendiri. Hermes pun terharu akan hal ini. Dikejauhan terlihat Train Man yang berlari menuju ke rumah Hermes. Tetapi sesampainya di rumah itu Hermes tidak ada dan menurut info orang di rumah, Hermes pergi ke Akihabara malam-malam untuk membeli sesuatu. Dengan secepat kilat Train Man pun bergegas menuju Akihabara.

Singkat cerita lagi, terjadilah sebuah dramatic scene dimana Hermes menolong train Man yang terjatuh karena menabrak sepeda yang sedang diparkir. Dan Pada kesempatan itulah Hermes berhasil membangkitkan keberanian Train Man untuk mengungkapkan persaannya. Dan terjadilah romatic scene dimana Hermes menerima Train Man sebagai kekasih dan menciumnya.

Berikut kutipan perkataan Hermes kepada Train Man:”Aku menyukaimu karena Kamu membuat setiap pertemuan kita berarti dan berkesan. Kamu membuat sesuatu hal yang kecil menjadi bernilai.” [diceritakanlah oleh Hermes hal-hal apa saja yang berkesan itu].

Diakhir film ini baru ketahuan, ternyata selama ini Hermes lah yang pertama kali berusaha mendekati dan menarik simpati Train Man setelah insiden di kereta waktu itu. Jauh hari sebelum Hermes mengirimkan bingkisan terima kasih dan jauh hari sebelum Train Man mengubah penampilannya.

[kalau ada yang mau pinjem DVD-nya silakan contact saya.. free kok]

"Apakah masih ada Hermes-Hermes yang lain di dunia ini? Bila masih, tolong pertemukanlah satu Hermes denganku. Hermes yang mau mencintai dan menerima seorang pria apa adanya.”

Monday, 14 May 2007


Minggu pagi 13 Mei 2007 Si Ahmed harus segera bergegas menuju kawasan Simpang Lima sebelum pukul 08:00, ada apa gerangan? Sementara kebanyakan orang di Simpang Lima pagi itu sedang melakukan transaksi jual beli, cuci mata ataupun cari keringat. Si Ahmed dengan langkah panjang-panjang menuju Krakatau Grand Ballroom Horison Hotel Semarang. Ya, pagi itu Si Ahmed harus menghadiri YOUTH OF NATION SUMMIT 2007.

Youth of Nation Summit 2007 adalah sebuah event mengenai leadership dimana sisi leadership yang diangkat adalah bagian dasar dan terpenting yang harus diketahui dan dipahami oleh seorang leader. Event yang diselenggarakan oleh AIESEC Local Committee Universitas Diponegoro ini bertujuan untuk memberi kontribusi terhadap perkembangan para generasi muda saat ini dengan berbagai pengetahuan mengenai bagian dasar dari leadership dan pengimplementasiannya di kehidupan. Disamping itu juga mencoba membantu mereka untuk dapat menjadi diri sendiri dengan mengembangkan potensi dan keunikan yang dimiliki sehingga memiliki karakter dan kepribadian yang baik serta siap menjadi seorang pemimpin.

Event yang berlangsung dari pukul 08:00 s.d 15:00 ini dihadiri oleh para pemuda dan mahasiswa dari berbagai kota antara lain Semarang, Yogya, Malang dan Surabaya. Keynote speaker dalam event ini adalah Djokosantoso Moeljono (ex-CEO BRI, writer), Om Farhan (presenter) dan Andrie Wongso (Motivator No.1 di Indonesia). Ternyata banyak sekali ilmu yang saya dapatkan di event ini.

Bila saya paparkan semua apa yang mereka sampaikan dalam event tersebut sepertinya halaman blog ini tidak cukup, maka saya hanya menuliskan beberapa poin utama yang mereka sampaikan. Berikut ulasannya :

Djokosantoso Moeljono, beliau menyampaikan segala hal tentang karakter dan bagaimana sikap seorang Pemimpin itu. Pesan utama dari beliau yang berkesan di hati saya adalah "Bila jadi pemimpin ...Sing Biso Rumongso, Ojo Rumongso Biso..." Artinya kurang lebih: Bila menjadi seorang pemimpin harus bisa merasakan apa yang ada di sekitarnya [peka dan peduli], tidak boleh menggampangkan segala sesuatu apalagi tinggi hati.

Om Farhan, beliau kali ini berbagi pengalaman perjalanan hidupnya dari bawah sampai dengan saat ini. Pesan beliau yang utama adalah: "Segala sesuatu memungkinkan dan bisa diwujudkan bila kita meyakininya dengan sungguh-sungguh di dalam hati dan pikiran."

Andrie Wongso, beliau bertutur bagaiman perjuangan hidup beliau hingga menjadi seperti sekarang ini dan tentang perubahan yang harus segera dibangkitkan oleh para generasi muda untuk Bangsa Indonesia tercinta ini. Berikut beberapa kalimat motivasi yang beliau sampaikan :

Bangkit
Orang-orang gagal yang berani menatap kegagalannya dengan kepala tegak, siap belajar dan berusaha, berusaha dan berusaha lagi! Bangkit dan bangkit lagi adalah mereka yang telah siap menjadi dewasa dan sukses secara utuh.
Bangkitlah Indonesiaku.

...

Tegar
Tak peduli...
Bagaimanapun ganasnya badai kehidupan
Tak peduli...

Bagaimanapun beratnya tantangan hidup

Semua cobaan itu...
Takkan mampu menggoyahkan

Seseorang yang memiliki...
Keteguhan, kemauan dan keyakinan



Hanya penderitaan hidup yang dapat mengajarkan kepada manusia akan arti keindahan nilai kehidupan.


Pesan beliau di akhir acara kepada pemuda bangsa ini adalah bila kita sudah mempunyai mimpi dan rencana maka harus :


Berani memastikan target
Berani mulai melangkah

Berani mewujudkannya sampai sukses

That's all what I can write now. By the way ini pertama kalinya lho saya bisa ketemu langsung dengan Pak Andrie Wongso [biasanya hanya denger di radio atau baca buku-buku beliau saja]. Tanpa ragu-ragu langsung deh, minta foto bareng dan minta tanda tangan di buku 15 Wisdom dan 16 wisdom yang sudah saya baca sejak lama. That was a GREAT day for me.



Ciao Friends,...

Have a nice day :)



Sunday, 6 May 2007



Spiderman 3 itulah judul film yg berhasil memecahkan rekorku mengantri tiket seumur-umur. Lha wong udah ngantri dari pkl 10:30 (May 5, 2007) eeee lha dalah kok yang ngantri di E-plasa udah nyampai tangga di pintu masuk... busyet..... dah.. Ternyata animo masyarakat kota Semarang besar juga ya.... I've underestimated Spidey.

Yaaah.. antri berdesak-desakan tidak apa-apa deh demi nonton bareng dengan CS Angels (Galuh, Kania, n Wuri) n 2 moklet person (Aji n Victor) ya dalam rangka silaturahim antar bagian terkait. Biar tambah akrab n kenal... gitu deh...

Akhirnya pukul 11:30 bisa dapat tiket tapi tidak sesuai harapan (waktu dan tempat duduknya tidak sesuai rencana). To the Angels, I'm so sorry for this... ya... jadinya nggak ada waktu buat dinner dulu nih...

Film Spiderman yang ketiga ini saya tidak mau komentar banyak mengenai jalan ceritanya (karena sesuai pakemnya dari marvel sudah jelas... pasti happy ending). Nggak seperti X-Men 3 yang beberapa karakter utama mutan-nya harus dimusnahkan dari peredaran (nggak sesuai pakemnya nih). Dan saya masih yakin nih si Venom masih ada diluar sana. He still alive...

Saya kali ini cuma mau me-review kondisi masing-masing karakter utama pada film yang ketiga ini.

1. Peter Parker : Akhirnya your dark side muncul juga Mas. Sisi gelap jagoan ini muncul karena dipicu rasa dendam, cemburu dan kecewa [maklum namanya juga manusia].

2. Mary Jane Watson : Neng kok masih belum yakin juga [kalian ditakdirkan bersama jadi suami istri lho... khan begitu menurut pakemnya]. Udah tunggu apalagi...

3. Harry Osborn : Kalau abang kita yang satu ini masih belum percaya yang namanya teman sejati... nah lho akhirnya menyesal tho dibelakangnya [ya nggak apa-apa deh meskipun terlambat]....

4. Flint Marko : Bapak yang satu ini demi cinta, kasih dan sayang terhadap puterinya terpaksa melakukan hal nekat [meskipun ada pilihan lain lho sebenarnya].

5. Eddie Brock : Memang betul Mas... sakit hati dan cemburu bisa membuat orang lupa dan gelap mata.

6. Aunt Mary : Ingat-ingat pesan Bibi May : Seorang Suami harus mendahulukan kepentingan Istrinya daripada kepentingan dirinya sendiri.

Ya demikian sajalah review karakter kita kali ini [udah capek nih mata.. pengin memejamkan mata sejenak ah...].

Pesan moral di film ketiga ini yang berhasil saya tangkap adalah:
a. Didalam sebuah hubungan antara 2 sejoli tidak hanya dibutuhkan saling cinta saja [I love u, U love me]. Tetapi harus ada saling pengertian, memahami dan menghargai perasaan masing masing.

b. Orang tua akan melakukan segala hal yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan anak-anaknya [meskipun terkadang tindakan yang diambil itu salah].

c. Yang namanya Human Being pasti tidak akan lepas dari rasa cemburu, sakit hati, kecewa dan dendam [tinggal bagaimana kita dapat mengedalikan perasaaan-perasaan tersebut].

d. Di antara beberapa pilihan pasti kita dapat memilih dan we can take the best choice. [tidak ada kata I have no choice] karena hidup adalah pilihan dan harus memilih yang terbaik bagi diri kita masing-masing.

e. Ingat-ingat pesan Bibi May

Itu saja dulu ya... ntar kalau kurang tolong ditambahin di comment-nya...

Ciaoooo Friends...
Have a nice week end :D