Film ini dibuka dengan background musik yang sudah tidak asing lagi di telingaku. Dari intro-nya sudah ketahuan kalau ini lagunya
D'Cinnamons yang berjudul Ku Yakin Cinta. Agak surprise juga ternyata film ini selain memakai lagu-lagu mereka sebagai OST, ada Live Performance & Special Appeareance dari mereka juga (adegan pada saat Rahmi dan Nimo makan bersama di salah satu kafe serabi di Kota Bandung).
Film
cinTapuccino diangkat dari novel best seller yang berjudul cinTapuccino karya
Icha Rahmanti bercerita tentang dilema cinta seorang Apraditha Arrahmi "Rahmi" (Sissy Prescillia). Ketika Rahmi dan keluarganya sedang sibuk membicarakan acara lamarannya dengan Raka (Aditya Herpavi) di sebuah resto, secara tidak segaja dia bertemu kembali dengan Nimo (Miller). Nimo, Dimas Geronimo nama lengkapnya adalah obsesi cinta Rahmi sejak dia duduk di bangku SMA sampai bangku kuliah. Kini Nimo hadir kembali di kehidupan Rahmi.
Rahmi merasa bimbang untuk memilih antara rencana dan kehidupan sempurna dengan Raka atau jawaban atas obsesi cintanya yang selama ini dia simpan dan kini muncul kembali di depannya. Kisah cinta ini mungkin saja benar-benar terjadi di dunia nyata ini atau bahkan justru Anda sendiri yang mengalaminya?
Acting Sissy sebagai Rahmi dalam film ini menurut saya cukup bagus juga. Cocok dengan penampilan Sissy yang selama ini kita lihat di layar kaca maupun layar lebar. Hanya saja ada satu yang kurang, yaitu penampilan fisk Sissy sebagai gadis SMA dan penampilannya sepuluh tahun kemudian hampir tidak ada perubahan yang mencolok (harusnya ada perbedaan fisik dong, khan beda 10 tahun).
Bagaimana dengan Nadia Saphira? Perannya sebagai Alin (saudara sepupu Rahmi) menurut saya memang sesuai buat Nadia. Terlihat lebih dewasa dan baik ketimbang perannya di film Coklat Stroberi.
Saya sebelumnya memang belum pernah membaca novel cinTapuccino, tapi saya yakin Rudi Soedjarwo berhasil membawa kisah dari novel tersebut ke layar lebar dengan baik. Icha Rahmanti sang penulis novel tersebut ikut terlibat juga dalam pembuatan skenarionya.
Akhir dari cerita ini sedikit mengejutkan saya sebagai seorang lelaki. Rahmi akhirnya memutuskan untuk mewujudkan obsesi cintanya dengan Nimo ketimbang menikah dan memiliki kehidupan yang sempurna dengan Raka, pria yang dianggapnya lebih sempurna. Padahal pernikahan mereka tinggal satu bulan lagi.
Peran Miller sebagai Nimo dalam film ini sepertinya kurang pas. Masa iya cowok yang menjadi obsesi Rahmi selama ini hanya seperti itu. Dugaan saya dipertengahan film Rahmi akan lebih memilih Raka sebagai pendamping hidupnya. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Yaaah....Wanita memang sulit untuk dimengerti. Padahal sosok Raka yang diperankan oleh Aditya Herpavi di film ini digambarkan sebagai seorang jurnalist yang sudah mapan, penyabar dan bersikap dewasa.
Salut buat seorang Raka yang berani mengorbankan cintanya. Raka dengan bijaksana memberikan kesempatan kepada Rahmi untuk memikirkan kembali rencana pernikahan mereka dan menetapkan pilihan hatinya. Hanya lelaki sejati yang mampu bersikap seperti ini. Lelaki yang mempunyai kesabaran, kedewasaan berpikir, pengertian dan bijaksana. Atau jangan-jangan Raka merupakan penganut paham “Cinta itu tak harus memiliki” dan “asal orang yang kucintai bahagia, akupun turut bahagia” ahhh.. entahlah.
Hal yang tidak saya suka dari film ini dan film-film Rudi Soedjarwo sebelumnya adalah efek kamera goyangnya Rudi. Hal ini tidak sedap dipandang mata. Buat Bang Rudi : ayo Bang jangan pakai goyang dong pas ngambil gambarnya.
Penampilan D’Cinnamons dalam film cinTapuccino kali ini menurut saya memang keren dan pas sekali. Penampilan dan musik mereka seperti layaknya sebuah Cinnamon yang melengkapi kenikmatan aroma rasa sebuah Cappuccino. Lagu-lagu yang mereka bawakan ikut berhasil menghidupkan rasa, aroma dan suasana di film ini. Saya memang menyukai suara khas vokalnya dan accoustic music yang mereka bawakan.
Saya tahu tentang D’Cinnamons sejak mereka mengeluarkan album berjudul “Good Morning”. Tembang-tembang cantik mereka yang menghiasi film ini antara lain Ku Yakin Cinta, Loving You, Super Girl, Good Morning dan Semua Yang Ada. Ayo jangan lupa beli CD atau kasetnya. Hargai karya anak bangsa.
Di film ini juga ada lagunya Kang Yana Julio yang nge-trend pas jaman saya masih di SMP dulu. Lagu ini juga dibawakan kembali dengan keren oleh D’ Cinnamons. Wah... jadi inget masa-masa SMP dulu nih. Okkay udah dulu kali ya review-nya... See ya...
Mungkin benar juga ya, bahwa
cinta itu bisa jadi kopi hitam, namun juga bisa menjelma menjadi cappuccino. Campuran antara espresso, gula, coklat dan krim. Semuanya bercampur jadi satu, pahit, manis dan semuanya.