Visit my Photoblog:

Thursday, 27 September 2007

Rabu, 26 September 2007 ba'da sholat Tarawih kali ini pelataran di bawah payung raksasa MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) dipenuhi para jamaah. Ternyata hari ini ada acara Tabligh Akbar dalam rangka Nuzulul Quran bersama Ustad Ahmad Al Habsyi yang diselenggarakan oleh PT. Sinar Sosro.

Acara ini diawali dengan iringan tembang-tembang Nasyid yang di bawakan oleh Raihan (group Nasyid terkenal asal Malaysia). Mereka membawakan beberapa tembang nasyid yang diantaranya berjudul "Harapan Ramadhan".Tembang ini adalah Theme Song Bulan Puasa saya tahun 2001 dan 2002, waktu itu lagu tembang inilah yang menemani perjalanan saya sewaktu di Medan (2001) dan penjelajahan dari Sumatera Selatan ke Bengkulu (2002). Wah jadi ingat masa lalu (^_^)

Ku mengharap Ramadhan kali ini penuh makna
Agar dapat kulalui dengan sempurna
Selangkah demi selangkah
Setahun sudah pun berlalu
Masa yang pantas berlalu
Hingga tak terasa ku berada
Di bulan Ramadhan semula
...

Tak ingin kubiarkan Ramadhan berlalu saja
Tuhan pimpinlah daku yang lemah mengharungi
Segalanya dengan sabar
...

Pada kesempatan ini Ustad Ahmad Al Habsyi mengingatkan kembali tetang keutamaan bulan Ramadhan. Dan tidak henti-hentinya agar meningkatkan 3 hal berikut :
1. Lebih mendekatkan diri dengan Allah (dgn menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya)
2. Lebih membiasakan untuk membaca Quran (membaca dan memahami maknanya secara rutin teratur)
3. Lebih menungkatkan untuk berbagi ke sesama (terutama kepada anak Yatim)
Insya Allah bulan Ramadhan dapat terasa lebih bermakna.

Ustad asal Palembang ini juga menjelaskan bagaimana tahapan turunnya Quran dari Lauful Mahfudz sampai ke Rasulullah SAW.
Beliau juga berbagi amalan doa untuk Memohon Keluarga yang Baik (kata Ustad, doa ini terutama untuk yang masih single.. ehemmm..). Baca yg tercetak hitam tebal :


"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keterunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa"
(QS Al-Furqan [25]: 74)

Beliau juga berbagi tips amalan sejak dini agar anak-anak kita bisa hafal Quran lebih cepat. Tabligh Akbar ini diakhiri dengan muhasabah dan doa bersama.
Demikian liputan singkat tanggal 15 Ramadhan 1428 H kali ini. Wasalamu alaikum...

Thursday, 20 September 2007


Rabu, 19 September 2007 pukul 17:40. 25 orang yang tergabung dalam Network team SMT wilayah Semarang telah merapat di Kampung Laut (sebuah resto di kawasan PRPP yag memiliki pemandangan cukup eksotis di malam hari).

Baru kali ini di tahun 2007 hampir seluruh tim teknik bisa berkumpul lagi di satu meja. Terakhir kali bisa berkumpul bersama seingat saya adalah waktu buka bersama di Hotel Horizon tahun 2006 lalu (kalau tidak salah).

Kali ini kami bisa berkumpul kembali dalam acara "Buka Bersama Network Team". Acara ini turut dihadiri pula oleh para petinggi dan senior di Network Team (Pak Ikhfar, Pak Agus, Pak Yos, Pak Joko, Pak Yudi, Pak Tri dan Pak Herman). Terima kasih kepada Pak Yos dan Pak Herman yang telah memprakarsai acara ini. kapan lagi nih Pak bisa kumpul bareng-bareng kalau nggak pas ada event seperti ini.

Puasa kami kali ini dibatalkan oleh 2 jenis minuman yang sudah tidak asing lagi (kolak dan teh manis). Dua jenis minuman ini cukup berjasa untuk menghilangkan dahaga kami setelah seharian berpuasa.

Setelah membatalkan puasa, acara dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah (di Mushola Kampung Laut). Sebelum hidangan utama disajikan, kami terlebih dahulu disuguhi appetizer berupa semangkuk Tom Yam hangat (hhmmm). Begitu Tom Yam membangkitkan selera makan kami, tiba saatnya hidangan utama disajikan.

Menu kami kali ini adalah : Nasi Putih [hukumnya wajib kalau ini], Bandeng Goreng, Gurame Asam Manis, Udang Goreng Mentega, [yg kemarin putih-putih ada tepungnya itu apa ya.. sayangnya saya tidak kebagian], Cap Cay, Cah Kangkung, dan masih ada beberapa hidangan Mak Nyuss lainnya.

Sebelum acara makan-makan selesai, Pak Ikhfar juga menyempatkan diri untuk berbagi informasi dan memberikan beberapa sambutan dan motivasi . Di sela-sela acara, saya juga menyempatkan diri untuk mengambil beberapa gambar yang bisa di akses lewat : http://www.flickr.com/photos/dee24/sets/72157602086563476/

Pokoknya acara "Buka Bersama Network Team" kali ini benar-benar MAK NYUSSSS... [sayang banget bagi yang waktu itu tidak bisa ikutan... he he he].

Demikian Liputan Wisata Kuliner kali ini. Tetap sehat dan Tetap SeMangaT... Salam Mak Nyuss... Mantap kali... yuk... mari...

Saturday, 15 September 2007


Berikut ini penggalan dialog antara Mr. Linderman dengan Nathan Petrelli (Flyingman). Adegan dimana Nathan bertemu langsung dengan Linderman pertama kali. (Heroes Season 1 episode 18).

Linderman : "when a man ask to himself. Whether he wants a life of happiness or a life of meaning?"
Nathan : "I'd like to have both"
Linderman : "Can't be done. Two very different paths. I mean, to be truly happy. A man must live absolutely in the present. No thought of what's gone before and no thought what lies ahead.
But life of meaning, a man is condemned to wallow in the past and obsess about the future."

Terlepas setuju atau tidak dengan pernyataan Mr. Linderman di atas. Menurut saya hidup bahagia dan hidup bermakna dapat dimiliki sekaligus oleh seorang manusia.

Hidup bahagia akan dapat kita peroleh bila kita dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah kita miliki, alami, rasakan dan dapatkan sampai detik ini.
Hidup bermakna dapat kita miliki bila kita mempunyai tujuan yang jelas dalam hidup ini dan keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.

Well Friends, what will you choose?
Life of happiness...
Life of Meaning...
or both of them...

Let me know your answer and comment. Ciao Friends... See ya...

Sunday, 2 September 2007

Genre : Drama, Percintaan
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Pemain :
Sissy Prescillia sebagai Rahmi
Aditya Herpavi sebagai Raka
Nadia Saphira sebagai Alin
Miller sebagai Nimo

Penampilan Khusus : Nani Wijaya, Ida Kusumah, Nani Somanegara, Mpok Atiek, D’Cinnamons
Skenario : Icha Rahmanti, Jujur Prananto
Produser : Cindy Christina
Rumah Produksi : SinemArt Pictures
Durasi : 107 Menit
Klasifikasi Penonton : Remaja


Film ini dibuka dengan background musik yang sudah tidak asing lagi di telingaku. Dari intro-nya sudah ketahuan kalau ini lagunya D'Cinnamons yang berjudul Ku Yakin Cinta. Agak surprise juga ternyata film ini selain memakai lagu-lagu mereka sebagai OST, ada Live Performance & Special Appeareance dari mereka juga (adegan pada saat Rahmi dan Nimo makan bersama di salah satu kafe serabi di Kota Bandung).

Film cinTapuccino diangkat dari novel best seller yang berjudul cinTapuccino karya Icha Rahmanti bercerita tentang dilema cinta seorang Apraditha Arrahmi "Rahmi" (Sissy Prescillia). Ketika Rahmi dan keluarganya sedang sibuk membicarakan acara lamarannya dengan Raka (Aditya Herpavi) di sebuah resto, secara tidak segaja dia bertemu kembali dengan Nimo (Miller). Nimo, Dimas Geronimo nama lengkapnya adalah obsesi cinta Rahmi sejak dia duduk di bangku SMA sampai bangku kuliah. Kini Nimo hadir kembali di kehidupan Rahmi.

Rahmi merasa bimbang untuk memilih antara rencana dan kehidupan sempurna dengan Raka atau jawaban atas obsesi cintanya yang selama ini dia simpan dan kini muncul kembali di depannya. Kisah cinta ini mungkin saja benar-benar terjadi di dunia nyata ini atau bahkan justru Anda sendiri yang mengalaminya?

Acting Sissy sebagai Rahmi dalam film ini menurut saya cukup bagus juga. Cocok dengan penampilan Sissy yang selama ini kita lihat di layar kaca maupun layar lebar. Hanya saja ada satu yang kurang, yaitu penampilan fisk Sissy sebagai gadis SMA dan penampilannya sepuluh tahun kemudian hampir tidak ada perubahan yang mencolok (harusnya ada perbedaan fisik dong, khan beda 10 tahun).

Bagaimana dengan Nadia Saphira? Perannya sebagai Alin (saudara sepupu Rahmi) menurut saya memang sesuai buat Nadia. Terlihat lebih dewasa dan baik ketimbang perannya di film Coklat Stroberi.

Saya sebelumnya memang belum pernah membaca novel cinTapuccino, tapi saya yakin Rudi Soedjarwo berhasil membawa kisah dari novel tersebut ke layar lebar dengan baik. Icha Rahmanti sang penulis novel tersebut ikut terlibat juga dalam pembuatan skenarionya.

Akhir dari cerita ini sedikit mengejutkan saya sebagai seorang lelaki. Rahmi akhirnya memutuskan untuk mewujudkan obsesi cintanya dengan Nimo ketimbang menikah dan memiliki kehidupan yang sempurna dengan Raka, pria yang dianggapnya lebih sempurna. Padahal pernikahan mereka tinggal satu bulan lagi.

Peran Miller sebagai Nimo dalam film ini sepertinya kurang pas. Masa iya cowok yang menjadi obsesi Rahmi selama ini hanya seperti itu. Dugaan saya dipertengahan film Rahmi akan lebih memilih Raka sebagai pendamping hidupnya. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Yaaah....Wanita memang sulit untuk dimengerti. Padahal sosok Raka yang diperankan oleh Aditya Herpavi di film ini digambarkan sebagai seorang jurnalist yang sudah mapan, penyabar dan bersikap dewasa.

Salut buat seorang Raka yang berani mengorbankan cintanya. Raka dengan bijaksana memberikan kesempatan kepada Rahmi untuk memikirkan kembali rencana pernikahan mereka dan menetapkan pilihan hatinya. Hanya lelaki sejati yang mampu bersikap seperti ini. Lelaki yang mempunyai kesabaran, kedewasaan berpikir, pengertian dan bijaksana. Atau jangan-jangan Raka merupakan penganut paham “Cinta itu tak harus memiliki” dan “asal orang yang kucintai bahagia, akupun turut bahagia” ahhh.. entahlah.

Hal yang tidak saya suka dari film ini dan film-film Rudi Soedjarwo sebelumnya adalah efek kamera goyangnya Rudi. Hal ini tidak sedap dipandang mata. Buat Bang Rudi : ayo Bang jangan pakai goyang dong pas ngambil gambarnya.

Penampilan D’Cinnamons dalam film cinTapuccino kali ini menurut saya memang keren dan pas sekali. Penampilan dan musik mereka seperti layaknya sebuah Cinnamon yang melengkapi kenikmatan aroma rasa sebuah Cappuccino. Lagu-lagu yang mereka bawakan ikut berhasil menghidupkan rasa, aroma dan suasana di film ini. Saya memang menyukai suara khas vokalnya dan accoustic music yang mereka bawakan.

Saya tahu tentang D’Cinnamons sejak mereka mengeluarkan album berjudul “Good Morning”. Tembang-tembang cantik mereka yang menghiasi film ini antara lain Ku Yakin Cinta, Loving You, Super Girl, Good Morning dan Semua Yang Ada. Ayo jangan lupa beli CD atau kasetnya. Hargai karya anak bangsa.

Di film ini juga ada lagunya Kang Yana Julio yang nge-trend pas jaman saya masih di SMP dulu. Lagu ini juga dibawakan kembali dengan keren oleh D’ Cinnamons. Wah... jadi inget masa-masa SMP dulu nih. Okkay udah dulu kali ya review-nya... See ya...

Mungkin benar juga ya, bahwa cinta itu bisa jadi kopi hitam, namun juga bisa menjelma menjadi cappuccino. Campuran antara espresso, gula, coklat dan krim. Semuanya bercampur jadi satu, pahit, manis dan semuanya.