9
comments

GENRE : Drama Komedi/Percintaan
PEMAIN : Nirina Zubir, Aming, Ringgo Agus Rahman, Desta "Clubeighties", Richard Kevin, Meriam Bellina, Jaja Mihardja, Inggrid Widjanarko, Debby Debora, Iga Mawarni
SUTRADARA : Hanung Bramantyo
PENULIS NASKAH : Musfar Yasin
PRODUSER : Chand Parwez Shervia
DISTRIBUTOR : KHARISMA STARVISION
DURASI : 105 Menit
Sebelum hari-hari sibuk benar-benar dimulai, saya sengaja menyempatkan diri untuk me-refresh otak dengan menonton film Get Married di E-cinema, Selasa 23 Oktober 2007. Sebagian orang di blognya menulis film ini kurang bermutu. Sebagian besar yang lain bertutur sebaliknya. Kalau menurut saya film ini ringan dan cukup menghibur dibanding dengan film-film yang sedang diputar di studio sebelah (film kok isi dan temanya penghuni alam gaib semua). Dari hasil pengamatan selama dua hari (Senin 22 dan Selasa 23 Oktober 2007 animo para cinephile Semarang untuk menyaksikan film ini cukup besar). Terbukti tiket hari Senin habis terjual, makanya saya nonton di hari Selasa (inipun bangku di studio 2 hampir terisi penuh).
Film garapan Hanung Bramantyo ini bercerita tentang kehidupan 4 orang sahabat karib yaitu Maemunah binti Sumardi atau disingkat "Mae" (panggilan kerennya Nirina zubir di film ini), Beni (Ringgo Agus Rahman), Guntoro (Desta ‘Club Eighties’) dan Eman (Aming). Keempat orang ini dikisahkan sebagai anak muda masa kini yang digambarkan kurang beruntung dan frustasi karena tidak dapat mencapai cita-cita mereka masing-masing. Impian mereka untuk mewujudkan cita-cita terbentur oleh kehendak masing-masing orang tua mereka.
Diantara orang tua keempat anak manusia tersebut, orang tua Mae yang merasa paling kebingungan. Pak Mardi (Jaja Mihardja) dan Bu Mardi (Meriam Bellina) merasa ada yang salah dengan anak gadis mereka satu-satunya ini. Mae yang tomboy ini tidak terlihat dekat dengan laki-laki selain ketiga orang sahabatnya itu padahal Mae sudah pantas untuk segera menikah. Akhirnya Mae pun dicarikan jodoh di luar kampungnya dengan alasan untuk melaksanakan takdir sejarah setiap manusia yaitu berkembang biak (halah... bisa-bisanya). Tidak disangka ternyata setelah bersusah payah mereka bisa mendapatkan 3 orang calon menantu. Namun diantara ketiga orang tersebut tidak satupun yang cocok di hati Mae.
Hingga suatu hari muncullah sang pangeran impian yang dinanti, Rendy (Richard Kevin) seorang pemuda tampan dan kaya yang mampu membuat Mae jatuh cinta pada "Pandangan Pertama", Rendy adalah Bos dari si Bodyguard yang pernah ikut melamar Mae. Ternyata Rendy juga sedang dikejar-kejar oleh Mamanya untuk segera mencari istri agar dapat menjadi seorang pria yang lebih bertanggung jawab. Rendy yang sedang mencari gadis unik (yang masih orisinil katanya), berbeda dengan gadis-gadis lain yang biasa dia temui selama ini, pun juga jatuh cita pada Mae. Tetapi ulah ketiga sahabatnya yang belum sanggup berpisah dengan Mae membuat hari-hari bahagia yang ada di depan mata Mae harus tertunda.
Usaha perjodohan yang gagal tersebut membuat Bu Mardi sakit keras hingga harus dirawat di rumah sakit. Bu Mardi mengancam, kalau ia sampai mati sementara Mae belum dapat jodoh ia akan mati penasaran. Mae yang kebingungan akhirnya memilih untuk menikah dengan salah seorang dari tiga sobatnya tersebut. Setelah pengundian berkali-kali, akhirnya Beni lah yang beruntung untuk menikahi Mae. Kabar baik ini membuat Bu Mardi sembuh total dari sakitnya.
Akhirnya, siapakah pemuda yang sebenarnya beruntung mendapatkan Mae? (silakan saksikan sendiri filmnya).
Film ini turut dihidupkan dengan lagu tema yang cukup bagus yaitu Pandangan Pertama (A Rafiq), tembang lama ini di aransemen dan dibawakan kembali oleh Slank bersama Nirina. Berikut track list OST Get Married yang dibawakan oleh Slank :
1. Pandangan Pertama (feat. Nirina)Film garapan Hanung Bramantyo ini bercerita tentang kehidupan 4 orang sahabat karib yaitu Maemunah binti Sumardi atau disingkat "Mae" (panggilan kerennya Nirina zubir di film ini), Beni (Ringgo Agus Rahman), Guntoro (Desta ‘Club Eighties’) dan Eman (Aming). Keempat orang ini dikisahkan sebagai anak muda masa kini yang digambarkan kurang beruntung dan frustasi karena tidak dapat mencapai cita-cita mereka masing-masing. Impian mereka untuk mewujudkan cita-cita terbentur oleh kehendak masing-masing orang tua mereka.
Diantara orang tua keempat anak manusia tersebut, orang tua Mae yang merasa paling kebingungan. Pak Mardi (Jaja Mihardja) dan Bu Mardi (Meriam Bellina) merasa ada yang salah dengan anak gadis mereka satu-satunya ini. Mae yang tomboy ini tidak terlihat dekat dengan laki-laki selain ketiga orang sahabatnya itu padahal Mae sudah pantas untuk segera menikah. Akhirnya Mae pun dicarikan jodoh di luar kampungnya dengan alasan untuk melaksanakan takdir sejarah setiap manusia yaitu berkembang biak (halah... bisa-bisanya). Tidak disangka ternyata setelah bersusah payah mereka bisa mendapatkan 3 orang calon menantu. Namun diantara ketiga orang tersebut tidak satupun yang cocok di hati Mae.
Hingga suatu hari muncullah sang pangeran impian yang dinanti, Rendy (Richard Kevin) seorang pemuda tampan dan kaya yang mampu membuat Mae jatuh cinta pada "Pandangan Pertama", Rendy adalah Bos dari si Bodyguard yang pernah ikut melamar Mae. Ternyata Rendy juga sedang dikejar-kejar oleh Mamanya untuk segera mencari istri agar dapat menjadi seorang pria yang lebih bertanggung jawab. Rendy yang sedang mencari gadis unik (yang masih orisinil katanya), berbeda dengan gadis-gadis lain yang biasa dia temui selama ini, pun juga jatuh cita pada Mae. Tetapi ulah ketiga sahabatnya yang belum sanggup berpisah dengan Mae membuat hari-hari bahagia yang ada di depan mata Mae harus tertunda.
Usaha perjodohan yang gagal tersebut membuat Bu Mardi sakit keras hingga harus dirawat di rumah sakit. Bu Mardi mengancam, kalau ia sampai mati sementara Mae belum dapat jodoh ia akan mati penasaran. Mae yang kebingungan akhirnya memilih untuk menikah dengan salah seorang dari tiga sobatnya tersebut. Setelah pengundian berkali-kali, akhirnya Beni lah yang beruntung untuk menikahi Mae. Kabar baik ini membuat Bu Mardi sembuh total dari sakitnya.
Akhirnya, siapakah pemuda yang sebenarnya beruntung mendapatkan Mae? (silakan saksikan sendiri filmnya).
Film ini turut dihidupkan dengan lagu tema yang cukup bagus yaitu Pandangan Pertama (A Rafiq), tembang lama ini di aransemen dan dibawakan kembali oleh Slank bersama Nirina. Berikut track list OST Get Married yang dibawakan oleh Slank :
2. Kuil Cinta
3. Orkes Sakit Hati
4. Loe Harus Grak
5. Atmosphere Ngeblues
6. Sosial Betawi Yoi (SBY)
7. Atas Nama Blues
8. Friendship
9. Pacar dan Sahabatku
10. Kamu Harus Pulang
Diantara dialog-dialog yang terdapat di film ini saya tidak setuju dengan dialog pada saat teman-teman Rendy berkata "Kita selesaikan dengan cara Indonesia" (berantem rame-rame maksudnya). Yang benar saja, cara Indonesia yang mana menyelesaikan masalah dengan berantem dan tawuran?
Pesan Moral dari She Fu (guru) yang bisa diambil dari film ini :
Pesan Moral dari She Fu (guru) yang bisa diambil dari film ini :
a. Jodoh tidak perlu dipaksakan. Bila sudah tiba saatnya, jodoh akan datang pada waktu yang tepat, orang yang tepat dan tempat yang tepat.
b. Menyelesaikan masalah harus dengan kepala dingin dan hati yang tenang
c. Orang tua akan mengusahakan segala cara untuk kebaikan anak-anak mereka.. [apa iya... dengan cara yg kurang tepat juga]
b. Menyelesaikan masalah harus dengan kepala dingin dan hati yang tenang
c. Orang tua akan mengusahakan segala cara untuk kebaikan anak-anak mereka.. [apa iya... dengan cara yg kurang tepat juga]
Sementara itu dulu ya reviewnya. Silakan ditambahkan bila ada yang kurang. Ciao Friends,










