Visit my Photoblog:

Thursday, 14 February 2008


Song & lyrics by Dodo

Kudatang, mencari satu alasan,
Tuk menepis semua keraguan di dalam hatiku ini

Benarkah, bahwa cinta mampu mengobati segala rasa sakitku ini
Ingin kupercaya, ingin kupercaya…

Kau bilang cinta slalu mengerti…
Kau bilang cinta tak salah…
Kau bilang cinta kan saling percaya
Nanana.. oohh..

Kukira kutakkan mampu sadari,
ketulusan cinta yang sempurna dibalik semua kekurangan ini…

Namun denganmu, kutau cinta kan mengobati segala hampa hatiku ini
Kini kupercaya, kupercaya..

Kuyakin cinta slalu mengerti…
Kuyakin cinta tak salah…
Kuyakin cinta kan saling percaya
Nanana… oohh…

Yakinlah cinta slalu mengerti
Yakinlah cinta tak salah
Yakinlah cinta kan saling percaya
Nanana…. Oohh..

Monday, 4 February 2008

Salah satu kue khas perayaan Tahun Baru Imlek adalah kue keranjang. Kue sejenis dodol berbentuk bulat itu merupakan penganan wajib yang harus tersedia di rumah masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek. Menurut kepercayaan zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo dalam dapur di setiap rumah didiami oleh Dewa Tungku, dewa yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti (Raja Surga) untuk mengawasi setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.

Setiap tanggal 24 bulan 12 Imlek (enam hari sebelum pergantian tahun), Dewa Tungku akan pulang ke Surga untuk melaporkan tugasnya. Maka untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi rakyat, timbullah gagasan untuk menyediakan hidangan yang menyenangkan Dewa Tungku. Seluruh warga kemudian menyediakan dodol manis yang disajikan dalam keranjang, disebut Kue Keranjang.

Kue Keranjang atau Nian Gao atau lebih sering disebut Kue Kranjang (tii kwee) adalah kue wajib imlek. Kue ini mendapat nama dari cetakannya yang terbuat dari keranjang. Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat.

Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun, itu yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.


Dalam dialek Hokkian, tii kwee berarti kue manis, jadi orang tidak sulit menebak kalau kue ini rasanya manis. Kue-kue yang disajikan pada hari raya tahun baru Imlek pada umumnya jauh lebih manis daripada biasanya, karena dengan demikian diharapkan di tahun mendatang jalan hidup bisa menjadi lebih manis lagi daripada di tahun-tahun sebelumnya.

Kue Keranjang berbentuk bulat, mengandung makna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang. Karena terbuat dari tepung beras ketan, Kue keranjang jadi lengket. Makna dibalik "lengketnya" ini adalah ikatan erat. Jadi setiap anggota keluarga harus makan kue itu sebagai simbol perekat atau eratnya hubungan antaranggota keluarga.

Sudahkah Anda menikmati manis dan lengketnya Kue Keranjang bersama-sama anggota keluarga Anda tahun ini?

sumber informasi tulisan: gangbaru.com